Minggu , 20 Agustus 2017
Breaking News
Home / Generasi Sekuler
Generasi Sekuler

Generasi Sekuler

GENERASI  SEKULER

Sekuler menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah bersifat duniawi; bersifat memisahkan urusan duniawi dengan agama. Sekularisme adalah paham yang berpendirian bahwa moralitas tak perlu didasarkan pada ajaran agama, sehingga orientasi hidupnya adalah dunia semata. Diantara salah satu faktor yang menyebabkan orang-orang menjadi sekuler adalah gaya hidup. Paham ini disadari atau tidak telah merasuki keluarga kita masing-masing yang notabenenya adalah keluarga muslim, keluarga yang meyakini kebenaran agama yaitu Islam.  lebih-lebih gaya hidup pada diri anak-anak kita sekarang ini, dimana realitanya nampak jelas bahwa aktifitas anak-anak kita lebih didominasi dengan kegiatan-kegiatan yang bersifat kesenangan duniawiah. Mari kita perhatikan kegiatan mereka  berapa lama waktu yang dihabiskan untuk nonton TV, mendengarkan lagu-lagu, play station, cangkruk dan sebagainya yang bersifat kesenangan duniawiah, dibandingkan waktu mereka yang dipergunakan untuk mengaji Al-Quran, shalat, belajar dan kegiatan-kegiatan lain yang positif.

Apalagi dengan perkembangan teknologi yang berupa HP saat ini, mulai SD, SMP, SMA, dan Mahasiswa anak-anak kita sudah pegang HP.  Islam tidak melarang anak-anak memiliki HP, bahkan para orang tua-pun tidak kuasa menolak ketika anak-anaknya minta dibelikan HP. Kemanapun mereka pergi tidak pernah ketinggalan HP, waktu mereka habis karena HP, mulai game, SMS, mendengarkan lagu, bahkan yang menyedihkan adalah video-video porno. Jujur bahwa kemudhorotan HP bagi anak-anak lebih besar dibandingkan kemanfaatnya, namun lagi-lagi orangtua sudah tidak mampu memaksakan kehendak untuk melarang anak-anak pegang HP.

Pertanyaannya sekarang jika setiap anak mulai SD sampai mahasiswa sudah dibelikan HP, apakah setiap anak tersebut juga masing-masing mempunyai Al-Quran di rumah ? Mereka juga ada waktu secara istiqomah membaca Al-Quran di rumah ataukan di rumah-pun anak-anak asyik dengan HP-nya. Silahkan anak-anak diberi kesenangan duniawiah yang berupa HP, tapi juga harus diimbangi dengan moralitas agama, bagaimana shalatnya, bagaimana mengajinya, agar HP tidak disalah gunakan.

Berdasarkan observasi seorang guru, bahwa anak-anak kita sekarang dihinggapi 3 perilaku negatif, yaitu kehilangan semangat, mudah putus asa, dan mudah terpengaruh. Karena kehilangan semangat, mereka tidak sanggup menghadapi kenyataan hidup, menyerah tanpa mau berusaha, lebih suka cangkruk, kluyuran dari pada membanting tulang untuk menggapai masa depan yang lebih baik. Mudah putus asa, tidak sanggup memperbaiki kegagalan, tidak mau berpikir dalam menghadapi kesulitan, tidak punya cita-cita, bahkan hidup tanpa tujuan. Mudah terpengaruh, tidak bisa membedakan mana perbuatan teman  yang positif dan yang  negatif, merokok ikut merokok, minum-minuman keras ikut minum, tawuran ikut tawuran, kebut-kebutan ikut kebut-kebutan, cngkruk ikut cakrukan, sehingga masa mudanya habis untuk mengejar kesenangan duniawiah.

Mengapa mereka dihinggapi tiga perilaku yang tidak terpuji, karena mereka kehilangan energi spiritual  dalam dirinya. Dalam ajaran Islam, tidak ada cahaya Illahi dalam nuraninya, karena mereka jauh dengan Al-Quran, shalat ditinggalkan, bahkan tidak ada lagi nasehat agama yang mereka mau mendengar. Allah SWT. berfirman dalam kitab suci Al-Quran surat Al-Ankabut ayat 45:

 “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al-Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”.

Hadits yang telah diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dalam kitab shahihnya, Rasulullah saw bersabda:

عليك بتلاوة القران فانه نور لك في الارض

“Hendaklah Anda suka membaca Al-Quran, sebab sesungguhnya Al-Quran itu adalah cahaya Allah untuk Anda di bumi ini”.

Al-Quran dapat menjadi cahaya bagi siapa yang membacanya, dengan kata lain dalam diri seseorang akan selalu ada Nur Illahi jika selalu membaca Al-Quran. Mereka yang membaca akan mendapat petunjuk ke jalan yang benar, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh godaan-godaan dunia yang menghancurkan masa depannya. Al-Quran adalah pedoman bagi seluruh umat manusia jikalau menginginkan ketenangan dan keselamatan baik di dunia maupun di akherat. Dalam hal ini Allah SWT berfirman dalam surat Al-Isra’ ayat 9 :

ان هذا القران يهدي للتي هي أقوم

“Sesungguhnya Al-Quran itu memberikan petunjuk ke jalan yang lebih lurus”.

Inilah jawaban kenapa anak-anak kita selalu cenderung melakukan kegiatan-kegiatan yang negative, kegiatan-kegiatan yang merusak moral,  karena mereka lari dari membaca Al-Quran, sehingga dalam dirinya tidak ada cahaya Illahi.

Fachsa’menurut beberapa mufassir adalah  perbuatan negatif atau ma’siat yang hanya merugikan bagi pribadi pelakunya. Sedangkan mungkar  selain perbuatan itu merugikan bagi diri pelaku juga merugikan orang lain. Ketika ia minum minuman keras sendiri di dalam rumahnya maka ia sedang melakukan perbuatan fachsa’, pengaruh negatif akibat minuman keras tersebut hanya menimpa dirinya sendiri, baik negatif di dunia maupun di akherat kelak. Tetapi ketika ia akan minum minuman keras kemudian mengajak teman-temannya, maka ia melakukan perbuatan mungkar, karena selain merugikan dirinya sendiri juga akan merugikan orang lain. Minum  minuman keras merupakan salah satu contoh perbuatan fachsa’ dan mungkar yang dampak negatifnya dalam kehidupan sosial masyarakat sangat memprihatinkan. Belum lagi perbuatan fachsa’ dan mungkar yang lain, seperti perjudian, pencurian, perzinaan, perkelaian/tawuran dan sebagainya.

Sedangkan jawaban kenapa generasi kita, anak-anak kita sekarang ini terjerumus di lembah fachsa’ dan mungkar yang merupakan kesenangan duniawi, karena shalat mereka amburadul, bahkan mungkin sudah lari dari shalat. Semuanya ini merupakan tanggung jawab bagi kedua orang tuanya masing-masing. Jika orang tua gagal membudayakan, membiasakan mengaji Al-Quran dan tertib shalat lima waktu di tengah-tengah keluarga, maka akibat negatifnya akan ditanggung oleh orang tua itu sendiri, baik di dunia maupun akherat. 

SMK Kesehatan Surabaya telah membuktikan terhadap siswa angkatan pertama. Hampir semua guru putus asa menghadapi luar biasanya perilaku anak-anak. Namun setelah kita kenalkan dengan mengaji, shalat walaupun setengah dipaksa dan terpaksa akhirnya sampai pada pertengahan kelas XI Alhamdulillah ada perubahan yang luar biasa, sehingga tidak sedikit para wali murid yang mengucapkan terima kasih, bahwa anaknya sekarang sudah berubah 180 derajat. Subahanallah akhirnya siswa SMK Kesehatan angkatan pertama lulus 100 % , dengan predikat bermoral, professional dan peduli.  Berdasarkan informasi langsung dari siswa SMK Kesehatan Surabaya yang lulus 100% itu,  76 % studi lanjut, ada yang studi lanjut  di UNAIR, POLTEKES, UNEJ, UMM Malang dan PT swasta yang berkualitas, sementara 24 % bekerja ada yang bekerja di Poli Klinik, di Panti Werda, Home Care, bahkan ada yang bekerja bagian administrasi sebuah perusahaan (karena di SMK Kesehatan Surabaya juga di ajarkan kewira usahaan dan akutansi). Yang pasti apa yang menjadi harapan/do’a segenap warga SMK Kesehatan Surabaya adalah “tidak ada pengangguran bagi alumni SMK KESEHATAN SURABAYA” Amin.

Surabaya, 17 Mei 2014

Wakasek Kesiswaan SMK Kesehatan Surabaya

Ttd

Moch. Choirul Fajar

 

1 comments

  1. Multazam Catfiz

    Ada satu cerita bahwa seorang bapak yang menjabat direktor di sebuah perusahaan, sebagai seorang direktor tentu sangat sibuk, berangkat kerja anak sedang tidur, dikala orang tua itu pulang ankpun sedang tidur. Kesibukan seperti ini menjadi rutin setiap harinya. Pada suatu saat dia berkeampatan untuk mengantarkan anaknya sekolah, dia tidak.ingin menyia2kan kesmpatan emas itu yaitu berkomunikasi dengan anaknya namun anak itu abai cenderung bermain dengan hape kesayangannya hingga ayahnya marah dan.ingin membanting hp itu. Cerita ini mengisahkan betapa anak lebih mementingkan hpnya dibandingkan orang tua

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>